Sabar , gw banget dah ......
neh coy.., yang pokoknya gw banget dah wakakakka......
yakini bahwa cobaan itu
merupakan ekspresi cinta Allah
pada hamba-Nya. Allah Swt memberikan cobaan agar kita menjadi lebih dewasa
dan matang dalam mengarungi kehidupan. ?Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa
Rasulullah saw. bersabda, ?Barang
siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang yang baik maka ia diberi-Nya
cobaan.? (H.R.Bukhari) Kedua, yakini bahwa makin
besar dan banyak cobaan yang Allah turunkan kepada kita, makin besar pula
pahala dan sayang Allah yang akan dilimpahkan kepada kita. Dengan catatan,
kita bisa menyelesaikan setiap ujian itu secara baik. Ketiga, yakini bahwa ujian itu akan menghapuskan dosa-dosa
yang pernah kita kerjakan. Abu Sa?id dan Abu Hurairah r.a.
meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: ?Seorang muslim yang tertimpa
penderitaan, kegundahan, kesedihan, kesakitan, gangguan, dan kerisauan,
bahkan hanya terkena duri sekalipun, semuanya itu merupakan kafarat (penebus)
dari dosa-dosanya.? (H.R. Bukhari dan Muslim) Keempat, selalu berpikir positif
bahwa apapun yang menimpa diri kita akan menjadi kebaikan. Abu Yahya Shuhaib
bin Sinan r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ?Sungguh menakjubkan
sikap seorang mukmin itu, segala keadaan dianggapnya baik dan hal ini tidak
akan terjadi kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, ia
bersyukur, maka itu lebih baik
baginya, dan apabila ditimpa penderitaan, ia bersabar, maka itu lebih
baik baginya.?(H.R.Muslim) Kelima, yakini bahwa setelah
dalam kesulitan ada kemudahan. Fakta menunjukkan, sering kali ide-ide brilian
justru lahir atau muncul ketika kita berada dalam puncak kesulitan. Contoh sederhana, banyak mahasiswa
bisa mengarang pada saat menghadapi soal-soal ujian bukan ? ?Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah
kesulitan itu ada kemudahan.? (Q.S. Alam Nasyrah 94: 5 ? 6) Keenam, selalu optimis bahwa kita bisa menyelesaikan setiap
ujian yang Allah swt. berikan, karena Allah swt. tidak akan memberikan ujian di luar
kemampuan hamba-Nya. Optimisme bisa melahirkan energi yang tersembunyi dalam
diri kita, karena itu optimisme bisa menjadi bahan bakar untuk menyelesaikan
segala persoalan. ?Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan
kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia
mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.? (Q.S. Al-Baqarah 2 :
286) Ketujuh, hadapi ujian dengan usaha dan
do?a. Kerahkan segala ihtiar untuk menyelesaikan ujian dan bingkai usaha itu
dengan do?a. ?Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka
kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada
Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.? (Q.S. Alam Nasyarh 94 : 7 ? 8). ?Berdo?alah kepada-Ku, niscaya akan Aku
kabulkan do?amu.? (Q.S. Al-Mu?min 40: 60) Itulah tujuh trik untuk
menghadapi berbagai ujian. Apapun yang menimpa diri kita, Insya Allah akan
menjadi kebaikan kalau dihadapi dengan sikap positif, optimisme, ihtiar yang
maksial dan dibingkai dengan do?a. Sesungguhnya pertolongan Allah akan turun
kalau kita berada di klimaks ujian. Untuk itu, jadikanlah ujian sebagai
tangga untuk meraih pertolongan Allah Swt. (Aam Amiruddin ) |
Man
jarang2 gw ngomong yang kaya gini....gw banyak belajar dari orang2 'sakit' di
sekeliling gw....
buat iman : man sori coy, mau ngasih trackback, eh diblok ama proxy sini ,
soalnya judul2nya ada kata2 SU*K gt dech huehuehue......
day
2...
restorosai meiji tahap 1....
"Orang yang sedang belajar menjadi sesuatu...."


Comments